Saat banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Kalimantan Selatan pada Februari 2026, tim tanggap darurat Teradaya langsung bergerak dalam waktu kurang dari 24 jam.

12 Jam Pertama

Koordinasi dimulai bahkan sebelum air surut. Tim kami yang terdiri dari 8 relawan terlatih dan 3 staf logistik langsung berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memetakan wilayah terdampak dan kebutuhan paling mendesak.

Dengan dana tanggap darurat yang selalu kami siapkan, pengadaan bantuan dimulai dalam 6 jam pertama:

  • 500 paket sembako — beras, minyak goreng, mi instan, gula, teh, dan makanan kaleng
  • 300 selimut dan 200 tikar untuk pengungsian
  • Obat-obatan dasar — parasetamol, oralit, perban, antiseptik
  • 100 jeriken air bersih kapasitas 20 liter

Hari Kedua: Distribusi

Distribusi dilakukan secara sistematis menggunakan data BPBD. Kami memprioritaskan:

  1. Keluarga dengan balita dan ibu hamil
  2. Lansia yang tinggal sendiri
  3. Keluarga yang rumahnya rusak berat
  4. Keluarga prasejahtera yang kehilangan mata pencaharian

Cerita dari Lapangan

"Ketika air setinggi dada masuk ke rumah jam 2 pagi, saya hanya sempat menggendong anak saya yang masih bayi dan berlari. Semua harta kami hilang. Bantuan dari Teradaya datang saat kami benar-benar putus asa." — Ibu Sari, 28 tahun, warga Kecamatan Hulu Sungai

Total bantuan yang disalurkan dalam operasi ini bernilai Rp277.102.500, menjangkau 500 kepala keluarga di 3 kecamatan. Operasi berlangsung selama 5 hari hingga kondisi stabil.

Pelajaran untuk Masa Depan

Bencana tidak bisa diprediksi, tapi kesiapan bisa dibangun. Dari pengalaman ini, kami memperkuat sistem dengan:

  • Menambah dana cadangan tanggap darurat menjadi Rp500 juta
  • Melatih 20 relawan baru di daerah rawan bencana
  • Membangun gudang logistik mini di 3 titik strategis Kalimantan

Kepedulian Anda dalam berdonasi bukan hanya membantu hari ini — tapi membangun sistem yang menyelamatkan nyawa di masa depan.