Sabtu pagi itu, 25 pasang mata berbinar penuh haru. Mereka bukan mahasiswa universitas ternama. Mereka adalah anak-anak dari keluarga prasejahtera yang 6 bulan lalu bahkan ragu untuk bermimpi.
Dari Keraguan Menjadi Keyakinan
Ahmad Rizki, 19 tahun, dari Kampung Sawah, Jakarta Timur, adalah salah satu lulusan terbaik program ini. Enam bulan lalu, dia hanyalah seorang pemuda putus sekolah yang bekerja serabutan di pasar.
"Waktu pertama diajak ikut program ini, saya pikir ini cuma buang-buang waktu. Tapi mentor saya, Kak Dina, bilang — coba dulu 2 minggu. Kalau nggak suka, boleh keluar. Ternyata 2 minggu itu mengubah hidup saya selamanya."
Program Inkubator Pemimpin Muda adalah inisiatif 6 bulan yang dirancang untuk membekali pemuda usia 17-24 tahun dari keluarga kurang mampu dengan:
- Keterampilan digital — desain grafis, pengelolaan media sosial, dan dasar pemrograman
- Soft skills — public speaking, manajemen waktu, dan pemecahan masalah
- Mentorship 1-on-1 dari profesional industri yang berkomitmen selama 6 bulan
- Modal usaha awal senilai Rp2.000.000 untuk lulusan terpilih
Angka yang Berbicara
Dari 25 peserta angkatan pertama:
- 18 orang langsung mendapat pekerjaan atau magang di perusahaan mitra
- 5 orang memulai usaha kreatif mereka sendiri
- 2 orang melanjutkan pendidikan formal dengan beasiswa penuh
Pesan dari Ahmad
"Untuk adik-adik yang masih ragu: mimpi itu gratis. Tapi perjuangan untuk meraihnya butuh keberanian untuk memulai langkah pertama. Teradaya mengajarkan saya bahwa langkah pertama itu bukan tentang kemampuan, tapi tentang keberanian."
Program Inkubator Pemimpin Muda angkatan kedua akan dibuka pada Juli 2026. Kami menargetkan 50 peserta dari 5 kota di Indonesia. Dukung regenerasi pemimpin bangsa melalui donasi atau menjadi mentor sukarela.
