Di balik pegunungan Flores yang mempesona, tersembunyi sebuah desa yang selama puluhan tahun hidup tanpa akses air bersih. Warga Desa Waemata harus berjalan kaki selama 3 jam untuk mendapatkan air dari sungai yang keruh.

Kisah yang Mengubah Segalanya

Ketika tim Teradaya pertama kali menginjakkan kaki di Waemata pada Januari 2026, kami disambut oleh Mama Yuliana, seorang ibu berusia 62 tahun yang setiap hari menggendong jeriken 20 liter melewati medan terjal hanya untuk memasak dan mencuci.

"Saya sudah melakukan ini sejak saya masih gadis. Punggung saya sakit, tapi anak-anak harus makan," ujar Mama Yuliana sambil tersenyum, matanya berkaca-kaca.

Cerita Mama Yuliana bukan cerita satu orang. Ini adalah realitas 347 keluarga di desa tersebut. Anak-anak terlambat sekolah karena harus membantu mengambil air. Perempuan menghabiskan 6 jam setiap harinya hanya untuk kebutuhan dasar ini.

Solusi yang Berkelanjutan

Dengan dukungan 1.200 donatur melalui platform kami, Teradaya berhasil membangun:

  • 3 titik sumur bor dengan kedalaman 80 meter menggunakan teknologi ramah lingkungan
  • Sistem perpipaan gravitasi sepanjang 2.4 km yang menghubungkan sumber air ke pusat desa
  • 4 fasilitas MCK komunal dengan pengelolaan limbah terintegrasi
  • Program edukasi WASH untuk 200 siswa SD dan SMP setempat

Dampak yang Terukur

Setelah 3 bulan beroperasi, perubahan sudah terasa nyata:

  • Waktu pengambilan air berkurang dari 3 jam menjadi 5 menit
  • Kasus diare pada anak turun 78% berdasarkan data Puskesmas setempat
  • Tingkat kehadiran sekolah meningkat 45%, terutama di kalangan siswi perempuan
  • Perempuan desa kini punya waktu untuk memulai usaha kecil-kecilan

Apa Selanjutnya?

Proyek ini baru permulaan. Kami berencana mereplikasi model ini di 12 desa lainnya di Nusa Tenggara Timur sepanjang tahun 2026. Setiap kontribusi Anda, sekecil apapun, membawa perubahan nyata yang bisa diukur dan dirasakan langsung oleh mereka yang paling membutuhkan.

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Bersama, kita membuktikan bahwa kepedulian bukan sekadar kata-kata, tapi aksi nyata yang mengubah kehidupan.